• Feed RSS
0

eyeOS adalah sebuah sistem operasi desktop open source yang berbasis web, dimana Anda dapat mengakses sistem operasi tersebut melalui jaringan seperti LAN atau Internet dari web browser seperti Firefox, Chrome dan lain sebagainya. Meskipun orientasi penyebarannya melaui web, dalam banyak hal, eyeOS merupakan sistem operasi desktop yang memiliki fitur yang cukup lengkap. Berbagai aplikasi seperti kalender, RSS Reader, email client, word processor, spreadsheet, manajer kontak sudah menjadi aplikasi default yang terpasang dalam sistemnya. Ini adalah sistem dengan konsep  cloud computing yang bertujuan untuk memungkinkan kolaborasi dan komunikasi di antara pengguna, atau bisa juga sebagai perlindungan pribadi Anda ketika Anda terjebak menggunakan komputer orang lain.

Kebanyakan orang pasti akan bertanya-tanya tentang kinerja dari eyeOS tersebut. Saat penulis mencoba menjalankan sebuah aplikasi di eyeOS, kecepatan eksekusi agak sedikit lambat dibandingkan dengan sistem operasi desktop yang yang dijalankan lewat media storage, ini adalah hal biasa dikarenakan antarmuka eyeOS berbasis browser. Namun, meskipun ada beberapa kompromi, penulis tinggalkan dengan kesan bahwa eyeOS jauh dari sekedar bukti demonstrasi konsep, ini adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk pekerjaan yang serius. Secara garis besar eyeOS merupakan terobosan hebat dalam dunia sistem operasi dekstop, karena memberi warna yang unik dengan menghadirkan konsep cloud computing.

Untuk menginstalasikan eyeOS, pertama Anda perlu menyiapkan lingkungan web server yang terdiri dari Apache, PHP dan beberapa elemen lainnya.

Catatan:
Penulis menjalankan eyeOS di atas distro Ubuntu 10.04, silakan disesuaikan dengan distro Linux yg Anda gunakan.

Panduan instalasi eyeOS dapat di download pada link dibawah ini:

DOWNLOAD

Selengkapnya »»
0

 

Saat menginstalasikan distro Ubuntu versi apapun, pastilah kita membutuhkan juga paket-paket binary tambahan semisal codec untuk audio/video maupun aplikasi favorit lain yang disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya paket-paket binary ini di install dari repository, baik yang menggunakan repository online ataupun yang menggunakan media DVD. Perlu rekan-rekan ketahui bahwa paket-paket yang telah di install tersebut akan tersimpan di dalam direktori /var/cache/apt/archives. Salinan paket-paket binary yang ada didalam direktori tersebut tidak akan terhapus walapun proses instalasi telah selesai.

Dengan memanfaatkan paket-paket binary yang telah ada tersebut, dapat kita bangun ulang kembali sebagai repository lokal, sehingga nantinya akan sangat berguna apabila kita menginstalasi ulang distro ubuntu dan ingin menambahkan paket-paket aplikasi kesukaan kita, cukup gunakan saja repository lokal buatan kita.

Catatan:
Tutorial ini penulis praktekkan pada distro Ubuntu 10.04 "Lucid Lynx" yang telah di install ulang, untuk itu penulis sarankan terlebih dahulu untuk menyalin isi paket-paket di dalam direktori /var/cache/apt/archives ke media penyimpanan lain semisal flashdisk dari Ubuntu yang telah di install paket-paket binary tersebut, sehingga nantinya dapat digunakan dimanapun saat diperlukan.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Salin paket-paket binary yang sudah di backup tersebut ke dalam direktori ubuntu misalkan dikopi ke folder /tmp/archives.

  2. Pasang paket dpkg-dev untuk meng-index daftar repository lokal agar bisa dibaca oleh apt. Paket dpkg-dev ini dapat Anda temukan pada CD instalasi Ubuntu, cara instalasinya sebagai berikut:

    • Buka Terminal dari menu: Applications -> Accessories -> Terminal dan ketikkan perintah berikut:

      $ sudo   apt-cdrom   add

    • Masukkan CD Ubuntu kemudian tekan tombol Enter pada keyboard dan tunggu sampai proses index selesai, setelah itu install paket dpkg-dev:

      $ sudo   apt-get install   depkg-dev
  3. Index paket-paket binary yang ada pada direktori /tmp/archives:

    • Masuk ke direktori /tmp/archives

      $ cd   /tmp/archives

    • Kemudian untuk membuat repository lokal, jalankan perintah dibawah ini:

      $ sudo   dpkg-scanpackages   .   /dev/null   |   gzip   -9c   >   Packages.gz

  4. Backup isi file /etc/apt/sources.list dan buat dengan yang baru:

    $ sudo   mv   /etc/apt/sources.list   /etc/apt/sources.list-bck

    $ sudo   touch   /etc/apt/sources.list

  5. Dengan menggunakan teks editor favorit Anda (penulis menggunakan gedit), buka file /etc/apt/sources.list:

    $ sudo   gedit   /etc/apt/sources.list


    Lalu tambahkan paramater berikut ini kedalam file /etc/apt/sources.list :

    deb   file:/tmp/archives   /


    Simpan kemudian keluar dari teks editor Gedit.

  6. Update paket repository lokal yang telah dibuat tersebut.

    $ sudo   apt-get   update

  7. Untuk mengintalasi paket aplikasi dari repository lokal, rekan-rekan bisa menggunakan Terminal atau yang lebih gampang melalui Synaptic Package Manager yang bisa dibuka dari menu: System -> Administration -> Synaptic Package Manager.
Sekian pembahasan tutorial "Belajar Membuat Repository Lokal Ubuntu" dari penulis, semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi acuan belajar untuk rekan-rekan semua.

Selengkapnya »»

Jika Anda kecanduan website seperti Facebook atau Twitter, Anda dapat membuat shortcut untuk memungkinkan Anda langsung mengakses situs favorit Anda. Shortcut ini dapat ditempatkan pada area Desktop, Menu Aplikasi atau Menu Panel sebagai shortcut aplikasi umum. Dalam posting ini, penulis akan menunjukkan langkah detail cara membuat shortcut website dengan Google Chrome dan Firefox.

Berikut langkah demi langkahnya:

  • Firefox
  1. Buka website favorit Anda dengan menggunakan browser Firefox, setelah itu klik icon unmaximize atau bisa juga menggunakan kombinasi shorcut ALT + F5 pada keyboard untuk membuat jendela Firefox menjadi setengah.


  2. Dengan menggunakan mouse, klik kiri dan tahan pada Favicon website tersebut, kemudian geser ke area Desktop, setelah itu lepas klik pada mouse Anda.


    Lalu pada area Desktop akan tampil shortcut website seperti pada contoh gambar berikut ini:


    Catatan:
    Anda bisa me-rename atau juga mengganti icon dari shortcut website tersebut sesuai dengan selera.


  • Google Chrome
  1. Buka situs favorit Anda dengan browser Google Chrome
  2. Klik pada icon inidi bagian kanan atas Chrome
  3. Pilih opsi yang paling atas “Create application shortcuts…


    Kemudian Anda dapat memilih di mana Anda ingin menempatkan shortcut website tersebut. Ada dua lokasi: Desktop, Applications Menu. Praktek ini penulis memilih opsi "Desktop", setelah itu lanjutkan dengan memilih tombol "Create".


  4. Hasil dari langkah di atas akan tampak seperti pada contoh gambar di bawah ini:

Lain kali jika Anda ingin mengakses situs Web favorit Anda, cukup klik saja di shortcut website tersebut.
Silakan mencobanya sendiri, semoga berhasil ;)

Selengkapnya »»

DNS Nawala adalah sebuah layanan DNS Filter yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan situs internet negatif. DNS Nawala membantu pengguna internet menyaring jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti situs-situs yang berisi konten pornografi dan perjudian. Selain kedua jenis situs negatif di atas, DNS Nawala juga akan menyaring situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya. Layanan DNS Nawala sepenuhnya Gratis, DNS Nawala dibiayai dari donasi yang diberikan oleh pihak- pihak yang peduli tentang pentingnya Internet yang bersih dan aman.

sumber: http://www.nawala.org/

Berikut merupakan petunjuk gampang bagaimana menggunakan DNS Nawala di Linux:

  1. Buka Terminal atau Konsol, lalu login sebagai root.
  2. Edit file /etc/resolv.conf dengan editor favorit Anda:

    # gedit /etc/resolv.conf

    kemudian isikan sintaks berikut ini:

    nameserver 180.131.144.144
    nameserver 180.131.145.145

    Simpan dan keluar dari editor gedit.
  3. Buka aplikasi browser dan coba akses ke situs porno favorit anda (just kidding hehe), jika situs yang diakses masuk dalam daftar blokir, kemungkinan akan tampil halaman seperti pada gambar di bawah ini:


Jika anda menemukan situs porno yang lolos dari pemblokiran, anda dapat melaporkan situs tersebut ke website http://www.nawala.org.

Selamat mencoba!


Selengkapnya »»